Analisis Dampak Peristiwa Politik Terhadap Return, Abnormal Return Dan Ajtivitas Volume Perdagangan Saham (EKN-32)


Salah satu fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melakukan investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasinya (Hastuti dan Sudibyo 1998). Untuk memperoleh perasaan aman tersebut dan menentukan apakah akan melakukan transaksi, para investor harus memperoleh berbagai informasi secara jelas, wajar dan tepat waktu. Informasi ini meliputi informasi yang bersifat ekonomi maupun yang bersifat nonekonomi, yang tersedia di publik maupun informasi privat.

Suatu informasi dianggap informatif atau memiliki nilai jika informasi tersebut mampu mengubah kepercayaan para investor. Adanya informasi yang baru akan membentuk suatu kepercayaan yang baru di kalangan para investor. Kepercayaan baru ini akan mengubah harga dan volume perdagangan sekuritas melalui supply dan demand-nya. Informasi yang dibutuhkan in¬vestor tidak hanya bersifat ekonomi tapi juga nonekonomi karena meskipun pasar modal merupakan salah satu instrumen ekonomi, namun tidak lepas dari berbagai pengaruh lingkungan nonekonomi.

Pengaruh lingkungan ekonomi mikro maupun perubahan lingkungan ekonomi makro yang terjadi akan mempengaruhi fluktuasi harga dan volume perdagangan di pasar modal (Suryawijaya dan Setiawan, 1998). Walaupun tidak terkait secara langsung dengan dinamika yang terjadi di pasar modal, namun pengaruh lingkungan nonekonomi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pasar modal. Isu-isu mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup, hak asasi manusia, peristiwa-peristiwa politik dan kenegaraan serta kerusuhan-kerusuhan yang menyebabkan ketidakpastian politik dan keamanan, sering menjadi faktor utama pemicu fluktuasi harga saham di Bursa Efek di seluruh dunia. Dengan semakin pentingnya peran bursa saham dalam kegiatan ekonomi, bursa saham semakin sensitif terhadap berbagai peristiwa di sekitarnya, baik berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan isu ekonomi.

Peristiwa politik sangat berkaitan dengan stabilitas perekonomian suatu negara. Kondisi politik yang stabil akan menciptakan suasana yang kondusif untuk melakukan kegiatan perekonomian dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja ekonomi suatu negara. Kondisi tersebut akan meningkatkan keamanan dan kepercayaan para investor untuk berinvestasi. Hal ini dikarenakan rendahnya risiko kerugian yang diakibatkan oleh faktor nonekonomi. Namun adanya peristiwa-peristiwa politik seperti Pemilu, pergantian kepala negara dan para pejabat pemerintahan, atau pun berbagai kerusuhan, cenderung mendapat respon negatif dari para pelaku pasar (Suryawijaya dan Setiawan 1998). Hal tersebut dikarenakan peristiwa-peristiwa itu sering menimbulkan ketidakpastian dan ketidakstabilan diberbagai bidang termasuk ekonomi, hukum, politik dan keamanan. Kondisi itu tentunya sangat tidak mendukung untuk dapat melakukan kegiatan perekonomian dengan baik dan meningkatkan risiko investasi, sehingga pada akhirnya menimbulkan krisis kepercayaan dari para investor.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti berupaya melakukan penelitian guna menguji apakah suatu peristiwa politik yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahap pertama 5 Juli 2004 dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahap kedua 20 September 2004 mempunyai muatan informasi (information content) yang cukup kuat untuk membuat pasar dalam hal ini investor bereaksi. Untuk menguji ada tidaknya reaksi investor digunakan studi peristiwa (event study), menurut Hartono (2000) studi peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman.

Apabila pasar (investor) bereaksi terhadap peristiwa tersebut maka dapat dikatakan peristiwa tersebut memiliki kandungan informasi (information content). Reaksi pasar yang diuji dengan studi peristiwa (event study) ini dapat diukur dengan menggunakan return, abnormal return dan volume perdagangan saham (trading volume activity).
Hasil pengujian yang berfokus pada non corporate event antara lain dilakukan oleh Suryawijaya dan Setiawan (1998) yang menemukan bukti bahwa rata-rata abnormal return saham sebelum peristiwa perebutan kantor pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang dikenal dengan peristiwa 27 Juli 1996 secara signifikan tidak berbeda dengan rata-rata abnormal return saham setelah peristiwa. Sedangkan rata-rata aktivitas volume perdgangan saham sebelum peristiwa perebutan kantor pusat salah satu partai politik di Indonesia (PDI) yang dikenal dengan peristiwa 27 Juli 1996 berbeda secara signifikan dengan rata-rata aktivitas volume perdgangan saham setelah peristiwa.

Subagyo (2000) dalam penelitiannya menemukan bukti bahwa rata-rata return, aktivitas volume perdagangan, Cumulative Abnormal Return (CAR) dan Security Return Variability (SRV) saham sebelum dan sesudah pemilu tahun 1999 tidak terdapat perbedaan sedangkan abnormal return saham sebelum dan sesudah pemilu tahun 1999 terdapat perbedaan. Pada peristiwa referendum Timor-Timur tidak terdapat perbedaan return, CAR dan SRV saham sebelum dan sesudah peristiwa akan tetapi terdapat perbedaan abnormal return dan aktivitas perdagangan saham sebelum dan sesudah referendum Timor-timur. Sedangkan untuk peristiwa sidang umum MPR tidak terdapat perbedaan pada return, abnormal return, CAR sebelum dan sesudah peristiwa akan tetapi terdapat perbedaan pada aktivitas volume perdagangan dan SRV sebelum dan sesudah peristiwa sidang umum MPR.
Lestari dan Subekti (2002) dalam penelitiannya menemukan bukti bahwa investor di Bursa Efek Jakarta tidak bereaksi secara signifikan terhadap pengumuman Kabinet Baru tanggal 23 Agustus 2000 yang dibuktikan dengan tidak adanya perbedaan abnormal return saham sebelum dan sesudah peristiwa. Apabila ditunjau dari aktivitas volume perdagangan saham, terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pengumuman Kabinet Baru tanggal 23 Agustus 2000.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes