Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan jam Kerja Rumah Tangga Petani di Sektor Informal ( Studi di Ds Joketro Kec Parang Kab Magetan…(58)


Peranan sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat di pedesaan sangat ditentukan oleh luas lahan pertanian merupakan faktor produksi utama dalam menyerap tenaga kerja dan sumber pendapatan petani, sehingga tinggi rendahnya penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani antara lain akan ditentukan oleh luas lahan pertanian yang digarap. 

Bekerja tidak penuh dalam usaha tani sulit untuk dihindari walaupun lahan pertanian cukup luas, hal ini dikarenakan sifat usaha tani musiman yang selalu ada waktu luang untuk menunggu pekerjaan berikutnya. Namun pada usaha tani lahan sempit, terjadinya bekerja tidak penuh bukan saja karena menunggu pekerjaan yang diakibatkan oleh sifat musiman usaha tani, melainkan juga karena pengaruh luas lahan garapan. Usaha tani yang dengan lahan sempit, akan membatasi petani mencurahkan jam kerja dan memperoleh pendapatan. 

Permasalahan yang dihadapi oleh rumah tangga petani di pedesaan dengan usaha tani lahan sempit ini perlu diatasi dengan mencari alternatif kesempatan kerja lain yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani, misalnya pekerjaan di sektor informal. Alternatif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di pedesaan, terutama di pedesaan yang memiliki lahan garapan sempit. 
Kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal dipandang penting, terutama untuk memperoleh gambaran mengenai besarnya peranan usaha di sektor informal dalam menyerap jam kerja dan meningkatkan pendapatan, yang dapat menjadi informasi bagi masyarakat pedesaan khususnya desa penelitian baik saat ini maupun masa yang akan datang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal; 2) Besarnya kontribusi pendapatan yang diperoleh di sektor informal terhadap total pendapatan keluarga petani. 
Dengan mempelajari Variabel-variabel yangmempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani di sektor informal, diharapkan dapat membantu pemecahan masalah tentang bagaimana mendorong sektor informal agarmenjadi kegiatan yang intensif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumag tangga.
Dengan melakukan kegiatan disektor informal, akan meningkatkan jam kerja dan pendapatan keluarga petani, sehingga dapat terlepas dari bekerja tidak penuh serta memperoleh pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
Penelitian ini di lakukan di desa Joketro kecamatan parang Kabupaten Magetan. Penentuan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan cara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan, bahwa sebagian besar penduduk desa ini mempunyai pekerjaan pokok sebagai petani, merupakan daerah yang sebagian besar lahan pertaniannya lahan persawahan, selain bekerja sebagai petani penduduk desa Joketro juga banyak bekerja sampingan karena di desa ini terdapat beberapa industri rumah tangga dan usaha informal lainnya.
Curahan jam kerja anggota rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata berjumlah 1106,36 jam yang terdiri dari 433,4 jam di usahatani dan 672,96 jam di sektor informal. Banyaknya curahan jam kerja rumah tangga di sektor informal, karena banyak anggota keluarga yang terlibat pada berbagai kegiatan informal dibandingkan dengan kegiatan usahatani.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa banyak variabel umur kepala keluarga saja yang tidak berpengaruh nyata terhadap curahan jam kerja rumah tangga, karena sebagian besar umur responden di bawah 50 tahun (77,36%) sedangkan empat variabel lainnya signifikan mempengaruhi curahan jam kerja rumah tangga petani yaitu pendidikan kepala keluarga, luas lahan, jumlah anggota rumah tangga dan pendapatan di usahatani. 
Total pendapatan rumah tangga petani selama periode analisis rata-rata Rp. 1.046.718,- yang terdiri dari pendapatan rumah tangga di sektor informal rata-rata Rp. 343.110,- (32,78%) dan pendapatan rumah tangga di usahatani rata-rata Rp. 703.608,- (67,22). Namun bila dilihatdari keadaan saat ini secara riel pendapatan dari usahatani yang diterima hanya sebesar Rp. 175.902,- per bulan.
Dengan demikian dapat di katakan bahwa peran dari pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di sektor informal terdapat pendapatan rumah tangga petani adalah penting dan bukan lagi sebagai pendapatan tambahan, namun justru sebagai sumber pendapatan yang cukup besar, terutama bagi rumah tangga yang memiliki lahan sempit. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes