Analisis Kinerja Keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005 (EKN-119)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Negara seperti negara di dunia pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan negara ini diwujudkan dalam penyelenggaraan negara. Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek oleh penyelenggara negara. Konsep pembangunan secara umum adalah usaha untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat, melalui pembangunan diusahakan ada perbaikan dari kondisi pasif, statis, dan tertinggal manjadi aktif, dinamis, serta masyarakat yang lebih maju.

Salah satu kebijakan pembangunan adalah peningkatan sarana air bersih, meskipun bukan prioritas utama tetapi menempati urutan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Usaha dalam mengelola air bersih memerlukan organisasi yang handal dan profesional. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah salah satu organisasi publik yang ada di daerah. PDAM bertugas mengelola sumber daya air yang ada di daerah untuk didistribusikan pada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih.
Sebagaimana perusahaan swasta, PDAM juga menjalankan fungsi manajemen. Perusahaan menjalankan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Salah satu dari fungsi tersebut adalah manajemen keuangan. Manajemen keuangan sangat penting bagi perusahaan, karena tanpa adanya dana dan pengelolaan yang baik maka perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik. Pengelolaan dana oleh perusahaan tercermin dalam laporan keuangan.
Informasi yang ada pada laporan keuangan hanyalah informasi yang berupa angka-angka yang merupakan rekaman dari transaksi yang terjadi selama satu periode. Informasi ini akan lebih bermakna jika diketahui maksud dari angka-angka yang ada. Untuk mengetahui makna yang ada pada laporan keuangan diperlukan sebuah alat analisis. Alat analisis tersebut adalah analisis laporan keuangan yang berupa rasio-rasio laporan keuangan.
Analisis rasio keuangan yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba-rugi satu dengan lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio juga memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para kreditor dan investor dan memberikan pandangan ke dalam tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh. Rasio keuangan disajikan dalam bentuk suatu daftar untuk periode beberapa tahun, dengan adanya daftar ini dapat dipelajari komposisi perubahan-perubahan dan menetapkan apakah telah terdapat suatu perbaikan atau bahkan sebaliknya di dalam kondisi keuangan dan prestasi perusahaan selama jangka waktu tersebut.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo merupakan perusahaan daerah yang bertugas dalam pengelolaan air bersih di Kabupaten Sukoharjo. PDAM memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar. Pengelolaan keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo sudah cukup baik, namun belum maksimal dari segi efisiensi penggunaan dana
PDAM Kabupaten Sukoharjo merupakan badan usaha yang menjalankan dua fungsi yaitu sebagai Social Oriented (Pelayanan yang baik terhadap masyarakat dalam penyediaan air bersih) dan Profit Oriented (Bertujuan untuk menghasilkan laba sebagai dana untuk beroperasi dan sumber penerimaan daerah). Adanya kedua fungsi tersebut, mengakibatkan perusahaan harus memantau tingkat kesehatan dengan mengadakan analisis terhadap data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan.
Keberhasilan direksi dalam mengelola PDAM, diketahui dengan melakukan penilaian terhadap kinerja sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan pada PDAM Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, muncul berbagai masalah. Adapun permasalahan tersebut dapat penulis identifikasi sebagai berikut :
1. Informasi yang ada pada laporan keuangan hanyalah informasi yang berupa angka-angka yang merupakan rekaman dari transaksi yang terjadi selama satu periode. Informasi ini kurang bermakna jika belum diketahui maksud dari angka-angka yang ada.
2. PDAM memerlukan pengelolaan keuangan yang baik agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar. Pengelolaan keuangan pada PDAM Sukoharjo sudah cukup baik, namun belum maksimal dari segi efisiensi penggunaan dana.
3. PDAM Kabupaten Sukoharjo menjalankan dua fungsi yaitu sebagai Social Oriented (Pelayanan yang baik terhadap masyarakat dalam penyediaan air bersih) dan Profit Oriented (Bertujuan untuk menghasilkan laba sebagai dana untuk beroperasi dan sumber penerimaan daerah) sehingga perusahaan harus memantau tingkat kesehatan dengan mengadakan analisis terhadap data keuangan. Selanjutnya hasil analisis ini dapat dijadikan rekomendasi bagi pimpinan perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan khususnya kinerja keuangan.

C. Pembatasan Masalah
Agar masalah dapat dikaji dan dijawab secara mendalam maka dilakukan pembatasan terhadap masalah-masalah yang timbul. Masalah yang akan diteliti adalah mengenai tingkat kesehatan keuangan PDAM Kabupaten Sukoharjo dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan periode 2002 – 2005 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah perkembangan kinerja keuangan PDAM selama empat tahun terakhir (2002-2005) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999 ?

E. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian akan terarah apabila dirumuskan tujuan dari penelitian tersebut, karena akan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai arah penelitian yang ingin dicapai. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan kinerja PDAM dari aspek keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah hasil dari penelitian yang dapat digunakan oleh berbagai pihak. Manfaat dalam penelitian ini dibedakan menjadi manfaat teoritis dan praktis.
1. Manfaat teoritis
Adapun manfaat teoritis dalam penelitian ini adalah:
a. Memberikan sumbangan terhadap dunia pendidikan khususnya mata kuliah manajemen keuangan.
b. Dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan sebagai bahan acuan pertimbangan, perbandingan, dan pemyempurnaan bagi penelitian selanjutnya.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis dalam penelitian ini adalah:
a. Sebagai bahan pertimbangan bagi Perusahaan Daerah Air Minum Sukoharjo dalam menentukan kebijaksanaan agar perusahaan lebih maju.
b. Sebagai sumbangan pemikiran untuk diadakannya penelitian lebih lanjut.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes