ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ROKOK SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIC DIBURSA EFEK SURABAYA (BES) (EKN-05)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang


Isu globalisasi yang sedang hangat dan terus bergerak nampaknya telah menjadi bahan bahasan berbagai pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional. Sekalipun banyak mengundang tantangan atas isu tersebut, ternyata persoalannya tetap bermuara pada masalah peluang dan tantangan. Globalisasi bukanlah persoalan yang sangat menakutkan sehingga tidak dapat diatasi sebab globalisasi tetap menjanjikan peluang bisnis bagi siapa saja, selama tantangannya dapat diatasi dengan baik.



Dengan globalisasi, setiap perusahaan dituntut dapat berproduksi secara efektif dan efisien, sehingga dapat bersaing pada pasar dalam negeri maupun pasar internasional. Untuk menunjang hal tersebut membutuhkan dana yang cukup besar dalam kegiatan produksi dan ekspansi. Menurut Nudrajat Kuncoro (1994) kebijakan finansial pada perusahaan global adalah mencari sumber keuangan yang paling murah dipasar dunia untuk digunakan bilaman perlu.


Untuk membiayai kegiatan operasional dan ekspansi, suatu perusahaan mempunyai beberapa alternatif sumber pendanaan yaitu menggunakan kredit perbankan dalam negeri, pinjaman luar negeri atau melalui dana hasil go public perusahaan di Bursa. Setiap pilihan penggunaan sumber dana tersebut bagi perusahaan tentu mempunyai konsekwensi yang berbeda-beda. Selain itu setiap perusahaan juga mempunyai kelebihan tersendiri terhadap akses untuk mendapatkan sumber pendanaan.


Menggunakan kredit perbankan misalnya tidak setiap perusahaan dapat dengan mudah untuk mendapatkannya. Bank mensyaratkan adanya jaminan kredit terutama untuk kredit dalam jumlah besar, apalagi dalam kondisi tingkat kredit macet yang cukup besar diperbankan. Dalam kondisi sekarang memakai kredit perbankan sebagai sumber pendanaan, berarti siap menanggung beban bunga yang cukup tinggi. Dalam kondisi usaha belum begitu baik, beban bunga dapat menjadi kesulitan bagi perusahaan.
Menurut Sumarsono Surono (1993) pasar modal mengalami kemajuan, hal tersebut terlihat dari jumlah emiten, jumlah saham yang diemisikan dan nilai emisi saham. Samapai dengan tahun 1984 jumlah perusahaan go public baru mencapai 24 perusahaan, dan setelah itu meningkat setiap tahunnya mencapai 162 perusahaan, pada bulan Januari 1993. Demikian pula jumlah saham yang diemisikan meningkat dari 63.860.262 saham pada tahun 1988 menjadi 1.778.252.216 saham pada bulan Januari 1993. Dana dalam periode yang sama nilai emisi secara dramatis bertambah dari Rp. 152,6 milyar menjadi Rp. 11.408 milyar.


Semakin banyaknya perusahaan yang memasyarakatkan sahamnya (go public), hal ini menandakan bahwa dalam memperluas usahanya/ekspansi perusahaan cenderung memilih penjualan saham sebagai alternatif pembiayaan. Karena hal tersebut merupakan sumber pembiayaan yang murah dan fleksibel dibanding dengan pembiayaan melalui hutang.
Demikian juga dengan perusahaan rokok dari tahun ke tahun semakin banyak yang memasarkan sahamnya dipasar modal. Sampai saat ini jumlah perusahaan rokok yang go public di Bursa Efek Surabaya sebanyak 3 perusahaan.


Perusahaan rokok saat ini mempunyai prospek yang cukup baik, karena produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat umum, sehingga permintaan akan produk tersebut mengalami peningkatan. Dalam hal ini bukan berarti perusahaan rokok tidak mengalami tantangan, karena perusahaan rokok juga semakin bertambah dan melakukan perluasan (ekspansi), sehingga terjadi persaingan yang semakin ketat terutama dalam memasarkan produk.


Persaingan yang semakin tinggi mengharuskan perusahaan rokok yang telah go public untuk lebih memperhatikan kinerja keuangannya. Dalam teori ekonomi manajerian (Douglas, 1994), persaingan yang semakin ketat cenderung menyebabkan return yang diperoleh mengarah pada keseimbangan. Pada kondisi ini akan memaksa manajemen untuk beroperasi secara efektif dan efisien agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perusahaan yang tidak mampu mempertahankan kinerja atau mengalami kemunduran akan tergeser dari industri.


Dengan latar belakang diatas penulis ingin melihat apakah kinerja perusahaan rokok sesudah go public dapat lebih baik dalam bersaing pada industri yang sejenis dibandingkan perusahaan rokok sebelum go public


1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakng tersebut di atas, dapat dirumuskan masalah-masalah pokok dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Apakah ada perbedaan antara kinerja keuangan perusahaan rokok sebelum dan sesudah go public?
2. Apakah go public mempunyai dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan rokok?
3. Seberapa besar rasio rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas mempunyai kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan rokok?
4. Apakah pertumbuhan perusahaan dapat menciptakan efisien dan efektifitas dalam mengembangkan usahanya?


1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kinerja keuangan perusahaan rokok sebelum dan sesudah go public.
2. Untuk mengetahui apakah go public mempunyai dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan rokok.
3. Untuk mengetahui apakah besarnya rasio keuangan antara lain rentabilitas, likuiditas, solvabilitas memberikan kontribusi yang dominan terhadap prestasi kinerja keuangan perusahaan rokok.
4. Untuk mengetahui apakah pertumbuhan perusahaan rokok efisien ditinjau dari segi keuangan.


1.4 Kegunaan Penelitian


Hasil penelitian diharapkan dapat membawa manfaat sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan rokok, penelitian ini bermanfaat untuk menentukan pilihan strategi keuangan yang akan diimplementasikan dengan mempertimbangkan rasio keuangan yang memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan.
2. Bagi investor, hasil penelitian ini merupakan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan rokok yang go public, sehingga investor dapat mengetahui perusahaan mana yang dapat memberikan deviden yang tinggi.
3. Bagi analisis pasar modal, penelitian ini akan menambah referensi di dalam menganalisis perusahaan. Khususnya y`ng bergerak dalam bidang industri rokok.
4. Analisis rasio finansial perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan rokok dapat menambah teori dibidang ilmu manajemen keuangan dan merupakan dasar pelaksanaan kegiatan penelitian dibidang yang sama di masa mendatang.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini


No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes