Analisis Pengembangan Agribisnis Kelapa Sawit Di Kabupaten Kutai Timur (113)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan
Pertanian khususnya pada sub-sektor perkebunan pada masa  akan datang dihadapkan pada globalisasi
perdagangan internasional, karena itu perhatian harus difokuskan pada
komoditas-komoditas unggulan yang dapat bersaing dipasar domestik maupun
internasional. Salah satu komoditas pertanian yang mempunyai prospek besar
untuk meningkatkan pendapatan perkapita petani dan sekaligus sebagai sumber
devisa bagi daerah dan negara adalah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jack). Komoditas sawit memiliki keungfulan yang
tinggi dibanding komoditas lain, karena merupakan bahan baku
dari berbagai industri  penting yang
sangat diburuhkan oleh masyarakat luas, seperti industri mentega, minyak
goreng, farmasi, kosmetik, industri sabun dan lain-lain

Pengembangan
kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacg)
di Indonesia
sudah dimulai sebelum perang dunia ke dua, namun hanya dalam bentuk usaha
perkebunan besar. Pengembangan perkebunan besar kelapa sawit sampai dengan
tahun 1977 hanya memberikan dampak yang relatif sangat terbatas, baik dari segi
perkembangan luasannya, produksi maupun perkembangan dunia usahanya. Sejak
tahun 1977 – 1978 pemerintah Indonesia bertekad mengubah situasi tersebut
melalui berbagai pola pengembangan kelapa sawit, dengan melibatkan masyarakat. Semenjak
tahun 1977 pemerintah mencanangkan proyek Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan
(PIR-BUN), antara lain PIR Lokal, PIR Khusus, PIR Berbantuan, dan selanjutnya
sejak tahun 1986 muncul PIR Trans.
Sejak adanya
pola PIR-BUN, maka komposisi pengusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia
berubah dengan cepat. Luas perkebunan rakyat tumbuh dengan kecepatan 50,2%,
sedangkan perkebunan negara 9,5%, dan perkebunan swasta 9,2%.  Pada tahun 1968 luas areal perkebunan kelapa
sawit baru mencapai 120 ribu Hektar, namun pada tahun 1978 menjadi 250 ribu
hektar. Hingga pada perkembangan selanjutnya, luas areal perkebunan kelapa
sawit di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Dari tabel 1
dapat dilihat bahwa luas areal kebun kelapa sawit dimasing-masing propinsi
untuk tahun 1997 – 2002. Secara
nasional, luas areal kebun kelapa sawit adalah  
2.516.079 Ha untuk tahun 1997, dan pada tahun 2002 mencapai
5.067.058 Ha. Hal ini berarti tingkat pertumbuhan luas areal perkebunan kelapa
sawit di Indonesia mulai tahun 1997-2002 sebesar 200%, atau tumbuh 33,5%
pertahun. Hal tersebut disebabkan antara lain adanya pengembangan baru dari
propinsi Bangka Belitung, Banten dan Sulawesi Tenggara dan juga sebagai dampak
positif otonomi daerah. Pemerintah Daerah diberi kewenangan penuh untuk
mendayagunakan keunggulan komparatif (comparative
adventage
) menjadi keunggulan bersaing (competitive
adventage
).
Tabel 1. Luas Areal
Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia (Ha).
Propinsi
Tahun
1997
1998
1999
2000
2001
2002
Nanggroe Aceh Darussalam
 
176.546 
196.912 
211.199 
310.802 
252.114 
257.684 
Sumatera Utara  
584.746 
603.247 
764.232 
  2.210.954 
869.074 
886.612 
Sumatera Barat  
130.138 
131.306 
213.336 
358.132 
266.387 
270.047 
Riau
522.434 
573.621 
731.823 
1.665.426
1.047.644 
1.238.106
Jambi  
195.460 
222.096 
389.849 
490.457 
422.503 
429.209 
Sumatera Selatan  
247.109 
278.761 
552.798 
676.804 
496.950 
516.928 
Bengkulu  
60.397 
65.359 
54.791 
85.066 
66.730 
70.409 
Lampung  
61.089 
68.606 
94.388 
132.665 
131.362 

Bangka Belitung
0
0
0
89.225 
90.065 
Jawa Barat  
21.502 
21.502 
18.654 
4.274 
6.251 
6.251 
Banten
0
0
0
29.861 
14.080 
16.983 
Kalimantan Barat  
227.712 
266.035 
351.078 
433.582 
389.006 
406.372 
Kalimantan Tengah  
63.236 

$3C/td>

;span style=”font-size: 10.0pt;”>74.140 
191.331 
165.590 
217.666 
221.034 
Kalimantan Selatan  
69.241 
83.973 
101.585 
90.889 
129.673 
138.634 
Kalimantan Timur  
49.219 
68.938 
74.385 
99.377 
144.567 
191.146 
Sulawesi Tengah  
24.616 
34.426 
32.678 
31.786 
40.976 
47.029 
Sulawesi Selatan  
63.384 
77.184 
71.026 
133.887 
77.363 
83.085 
Sulawesi Tenggara
0
0
13.286 
19.941 
13.286 
13.285 
Papua
19.250 
22.677 
35.363 
48.105 
61.005 
52.817 
NASIONAL
2.516.079 
2.788.783 
3.901.802 
4.158.077 
4.713.435 
5.067.058 
Sumber: Departemen Pertanian, 2003
Sejalan dengan
perkembangan areal, produksi kelapa sawit juga mengalami peningkatan.
Pada
tahun 1997 produksi Tandan Buah Segar (TBS) nasional sebesar
5.380.447 ton, dan pada tahun
2002 mencapai
 9.622.344 ton. Hal ini berarti terjadi peningkatan
produksi sebesar 178,8% atau 29,8% pertahun.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes