EVALUASI PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PERENCANAAN (Studi Kasus Pada PT. Bank Perkembangan Daerah Jawa Timur) (EKN-04)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang


Dunia perbankan beberapa tahun terakhir ini menghadapi berbagai masalah karena situasi perekonomian yang sangat turbulance dan di sisi lain industri perbankan high regulated sehingga menimbulkan masalah-masalah yang semakin kompleks. Untuk menghadapi hal tersebut manajemen bank dituntut untuk mengelola organisasi secara lebih baik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam kondisi yang cepat berubah tersebut pengelolaan organisasi yang baik dapat dilakukan melalui perencanaan secara matang dan pengendalian yang baik melalui sistem pengendalian manajemen (Management control system). Pengendalian manajemen adalah salah satu fungsi perencanaan dan pengendalian yang dilakukan oleh hampir seluruh organisasi (Anthony & Giovindarajan, 2001), yaitu suatu proses yang dilakukan manajemen dalam mempengaruhi seluruh anggota organisasi untuk menerapkan strategi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.



Salah satu elemen dalam pengendalian manajemen adalah dengan penyusunan perencanaan jangka panjang yang digambarkan dalam suatu rencana strategis untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam kurun waktu tertentu. Pengertian strategis dalam hal ini sebagai upaya bagaimana suatu tujuan (objektif) dapat dicapai dengan menggunakan sumber daya yang ada dan mempertimbangkan keadaan lingkungan (environment) yang mempengaruhinya.


Penyusunan perencanaan jangka panjang (corporate plan) dengan menganut prinsip rolling plan, sehingga penyesuaian-penyesuaian dapat dilaksanakan setiap waktu dan setiap tahun diadakan evaluasi. Oleh karenanya setiap tahun harus dibuat “business plan” yang merupakan penjabaran dari sasaran antara (subterminal target) dan sekaligus dilakukan penyesuaian yang diperlukan.


Oleh sebab itu betapa pentingnya perusahaan menyusun suatu perencanaan strategis, yang manfaatnya adalah agar perusahaan dapat mengatasi persaingannya secara efisien dalam arti dapat memperoleh keunggulan pada beberapa faktor strategis terhadap pesaing utamanya dalam bisnis (Thomas Thamara, 1988).


Kritik utama terhadap proses penyusunan anggaran, khususnya dalam prose anggaran tradisional adalah : (1) bahwa proses anggaran memakan waktu yang lama dan mahal, (2) kurang repsonsif dan fleksibel, (3) kurang strategis, (4) kurang memberikan nilai tambah dan (5) menyebabkan timbulnya permainan politik kantor (McNally, 2002).
Hal serupa terdapat beberapa kelemahan yang membatasi anggaran adalah : (1) anggaran disusun berdasarkan estimasi, maka terlaksananya dengan baik kegiatan tergantung pada ketepatan estimasi tersebut, (2) anggaran hanyalah merupakan rencana, dan baru berhasil bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, (3) anggaran hanya merupakan alat bantu manajer melaksanakan tugas, bukan menggantikannya, (4) situasi dan kondisi yang senantiasa tidak stabil, oleh karenannya anggaran perlu memiliki sifat luwes (Adusaputro, Gunawan, Asri Marwan, 2000).


Perencanaan juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya adalah bahwa : (1) pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata; (2) perencanaan cenderung menunda kegiatan; (3) perencanaan terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi; (4) terkadang penyelesaian situasi individu dan penanganan setiap masalah saat terjadi cenderung berhasil dengan lebih baik; (5) rencana yang tidak dilaksanakan secara konsisten (T. Hani Handoko, 1999).
Padahal dalam banyak studi diketahui pula bahwa makin efisien dan efektif proses anggaran pada akhirnya akan memberikan hasil yang lebih besar pada nilai pemegang saham. Dengan demikian terdapat isu efisiensi dan efektifitas dalam proses penyusunan anggaran yang cukup kritikal.


Meskipun anggaran dan perencanaan mempunyai kelemahan-kelemahan, manfaat penyusunan anggaran dan perencanaan jauh lebh banyak. Oleh sebab itu anggaran dan perencanaan tidak seharusnya dilakukan, tetapi harus disusun dan dilaksanakan (T. Hani Handoko, 1999).


1.2. Perumusan Masalah


Masalah yang terjadi dalam penyusunan anggaran di Bank Jatim adalah bahwa penyusunan anggaran di Bank Jatim belum dapat sepenuhnya mengatasi kelemahan penyusunan anggaran seperti yang dikritik oleh beberapa pengamat. Hal ini tampak pada jadual pembuatan anggaran (lampiran 3) yang memakan waktu lebih dari empat bulan (September sampai dengan Desember) yang pada kenyataannya baru selesai setelah awal tahun berjalan. Penyusunan anggaran juga melibatkan banyak sumber daya yang ada pada perusahaan, hal ini terlihat pada bagan susunan organisasi penyusunan anggaran (lampiran 2), bahwa jumlah departemen/divisi sumber daya manusia yang terlibat lebih dari beberapa orang dari Kantor Pusat hingga unit organisasi terkecil. Di lain pihak para manajer yang terlibat dalam penyusunan anggaran tersebut sebenarnya memiliki tugas lain sebagai lini manajer, sehingga dengan keterlibatan yang bersangkutan sebagai koordinator penyusunan anggaran besar kemungkinan tugas utama yang bersangkutan sebagai manajer lini akan terganggu. Walaupun proses revisi dan forecasting dilakukan minimal 2 kali dalam satu periode anggaran maka fleksibilitas anggaran dalam mengantisipasi perubahan kurang memadai.


Dengan kenyataan seperti tersebut di atas, maka penulis ingin mengevaluasi apakah proses penyusunan anggaran perencanaan strategis di Bank Jatim memakan banyak waktu dan biaya, apakah cukup fleksibel dalam menghadapi perubahan, serta apakah terdapat keselarasan antara strategi perusahaan dan operating plan.


Dengan demikian perumusan masalah tesis ini adalah sebagai berikut :
(1) Apakah proses penyusunan anggaran dan perencanaan di Bank Jatim sudah cukup efisien dan efektif dalam penggunaan sumber daya manusia, waktu dan infrastrukturnya serta keselarasan antara strategi, operating plan dan angka keuangan dalam anggaran itu sendiri?
(2) Untuk mengetahui bentuk kelemahan dalam proses penyusunan anggaran dan perencanaan strategis, serta bagaimana cara mengatasinya?


1.3. Pembatasan Masalah


Pokok bahasan utama penelitian ini adalah evaluasi terhadap proses penyusunan anggaran dan perencanaan strategis dengan studi kasus di Bank Jatim. Dengan demikian, penelitian ini tidak membahas isu-isu di luar proses penyusunan anggaran dan perencanaan strategis seperti misalnya efektifitas fungsi dan tujuan perencanaan sebagai pengukuran kinerja, dampaknya pada perilaku manajer, serta aspek keuangan dari suatu anggaran dan perencanaan strategis.


Organisasi isi anggaran juga tidak menjadi obyek penelitian, walaupun demikian penulis menyinggung pula topik keselarasan antara strategi, operating plan dan angka keuangan sebagai topik pendukung pada pokok bahasan utama.
Studi kasus yang dilakukan adalah proses penyusunan anggaran can perencanaan strategis di Bank Jatim tahun 2004-2005.


1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian


Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejauh mana efisiensi dan efektifitas dalam proses penyusunan anggaran dan perencanaan dalam penggunaan sumber daya manusia, waktu dan infrastrukturnya serta keselarasan antara strategi, operating plan dan angka keuangan anggaran di Bank Jatim.
2. Mencari solusi apabila ditemukan kelemahan dalam proses penyusunan anggaran dan perencanaan strategis di Bank Jatim.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain :
1. Bagi pihak perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan dan penyempurnaan proses penyusunan anggaran di Bank Jatim.
2. Bagi penulis, penelitian ini dapat memberikan tambahan wawasan serta pemahaman atas masalah proses anggaran dengan membandingkan antara teori yang telah diperoleh dengan kondisi nyata diterapkan dalam praktek bisnis.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini


2 Comments

Other Links to this Post

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes