Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Penerimaan dan Pengeluaran Kas Berbasis Komputerisasi (Studi Kasus pada Cabang Pegadaian Syariah (EKN-108)


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara. Salah satu perkembangan tersebut adalah pada komputer. Perkembangan komputerisasi memang telah mampu memicu sistem yang semakin kompleks, maka skala usaha tentunya membutuhkan otomatisasi pengolahan berbagai macam data. Pengambilan keputusan manajemen juga memerlukan validitas informasi yang dapat ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan pengolahan data. Kondisi demikian menuntut mekanisme kerja yang mampu mendukung produktifitas manusia dalam mengolah informasi.

Penggunaan komputer dalam sistem akuntansi harus dipertimbangkan secara hati-hati, karena jumlah investasi dana untuk teknologi tersebut relatif besar. Bagi suatu perusahaan, manfaat yang diperoleh dari penggunaan komputer dapat melebihi biaya yang dikeluarkan. Hal ini wajar, karena tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan serta menjamin kontinuitas usaha perusahaan tersebut.

Perum Pegadaian sebagai salah satu BUMN yang menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sesuai dengan aturan-aturan yang telah tetapkan dalam pedoman operasionalnya yaitu Peraturan Pemerintah no.103 tahun 2000 yang mengatur tentang Perum Pegadaian. Cabang Pegadaian Syariah dan cabang-cabang lainnya menggunakan sistem terkomputerisasi dalam melakukan kegiatan operasionalnya untuk memperlancar pekerjaannya sehinga keamanan dan keakuratan pengelolaan kekayaan perusahaan terjamin dan informasi yang diberikan kepada masyarakat dan pihak yang berkepentingan juga relevan dan tepat waktu.

Sistem dan Prosedur serta program aplikasi pada setiap perum pegadaian di seluruh Indonesia adalah seragam, karena telah dirancang oleh programer dari pusat teknologi perum pegadaian yang berpusat di Jakarta. Program yang digunakan dalam aplikasi adalah Fox Pro. Program ini disebut aplikasi SISCAB (Sistem Cabang). Pimpinan dan bagian tata usaha mempunyai otorisasi penuh sehingga dapat mengakses semua informasi dengan menggunakan password. Sedangkan kasir dan penaksir hanya dapat mengakses sebatas ruang lingkup kebutuhan bagiannya saja.

Cabang Pegadaian Syariah Landungsari di bentuk sebagai unit bisnis yang mandiri dengan maksud untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat yang mengharapkan adanya pelayanan pinjam meminjam yang bebas dari unsur riba yang dilarang menurut syariat Islam. Dalam kenyataannya di lapangan, sudah ada institusi lain yang menjawab tantangan ini dengan mengeluarkan produk gadai berprinsip syariat (Rahn). Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi Pegadaian. Apabila ingin tetap eksis di mata masyarakat luas terutama terhadap penduduk muslim, maka harus mampu menjawab tuntutan kebutuhan pasar ini.

Menyikapi perkembangan keadaan tersebut, maka dibentuklah Unit Layanan Gadai Syariah sebagai cikal bakal anak perusahaan yang dikemudian hari diharapkan menjadi institusi layanan syariah mandiri yang terpisah dari pegadaian. Terbentuknya Unit Layanan Gadai Syariah (ULGS) ini adalah untuk mengemban tugas pokok melayani kegiatan pemberian kredit kepada masyarakat luas atas dasar penerapan prinsip-prinsip gadai yang dibenarkan secara syariah islam.

Rahn (gadai syariah) dalam hukum islam dilakukan secara sukarela atas dasar tolong menolong dan tidak untuk mencapai keuntungan. Sedangkan gadai menurut hukum perdata, disamping berprinsip tolong menolong juga menarik keuntungan melalui sistem bunga atau sewa modal yang ditetapkan dimuka. Dalam hukum islam tidak dikenal istilah ”bunga uang”, dengan demikian dalam transaksi rahn (gadai syariah) pemberi gadai tidak dikenakan tambahan pembayaran atas pinjaman yang diterimanya. Namun demikian masih dimungkinkan bagi penerima gadai untuk memperoleh imbalan berupa sewa tempat penyimpanan marhun (Barang jaminan atau agunan).

Sistem pengendalian intern merupakan aspek terpenting dalam sistem informasi akuntansi suatu perusahaan. Sistem pengendalian intern meyarankan tindakan–tindakan yang harus di ambil oleh manajemen untuk mengatur dan menggerakan aktivitas–aktivitas perusahaan terutama aktivitas pengeluaran dan penerimaan kas. Setiap aktivitas perusahaan terutama yang berkaitan dengan pengeluaran dan penerimaan kas perlu dikelola dengan baik dan dengan perencanaan yang matang. Pengendalian ini dilakukan karena pada aktivitas ini tingkat penyelewengan yang terjadi sangat tinggi. Banyak hal yang dapat menyebabkan timbulnya kerugian pada suatu perusahaan, misalnya saja proses pengambilan keputusan manajemen yang kurang tepat, kesalahan pencatatan data penerimaan dan pengeluaran kas, ketidakpatuhan karyawan terhadap manajemen dan penyelewengan yang dilakukan oleh karyawan.

Dalam hal ini kas merupakan aktiva lancar yang paling likuid, kas sering menjadi sasaran kecurangan. Mengingat hal tersebut, maka pengendalian terhadap kas merupakan masalah yang penting bagi perusahaan. Dengan pengendalian intern yang baik, diharapkan kemungkinan penyelewengan terhadap kas dapat di atasi sedini mungkin.
Pada Cabang Pegadaian Syariah, pengeluaran kas terjadi akibat dari aktivitas perusahaan dalam memberikan uang pinjaman kredit atas barang jaminan yang digadaikan. Pemasukan kas pada Cabang Pegadaian Syariah diperoleh dari hasil penjualan lelang barang jaminan dan penebusan marhun (barang jaminan) oleh rahin (nasabah).

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes