HUBUNGAN PERSONAL SELLING TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH NASABAH PADA PT. AETNA LIFE INDONESIA CABANG LAMPUNG (EKN-114)

Pada masa sekarang ini, perkembangan dan kemajuan disegala bidang akan mempengaruhi perilaku setiap orang yang selalu ingin mencapai masa depan yang lebih baik. Mereka akan berusaha sekuat tenaga bekerja untuk memenuhi segala macam kebutuhan keluarga. Disamping kehidupan yang kita lalui setiap hari ada resiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan manusia, seperti meninggal dunia, cacat, dan lain-lain. Sebagai manusia kita tidak kuasa menolak resiko kehidupan tersebut. Manusia tidak bisa melampaui ke-Mahakuasaan Tuhan. Manusia hanya dapat mengantisipasi jika resiko tersebut menimpa salah satu anggota keluarga.


Sebagai insan yang berwawasan luas dan menyadari pentingnya jaminan terhadap rasa aman serta persiapan masa depan yang lebih baik, mereka merasa perlu untuk memiliki polis asuransi jiwa, hal ini dimaksudkan untuk melindungi atau mengalihkan resiko yang tidak dapat dielakan oleh setiap orang sebagai mahluk hidup.
Dari kasus tersebut salah satu tujuan perusahaan asuransi yang ada adalah untuk mengurangi kerugian yang akan terjadi bila musibah menimpa manusia. Usaha pengasuransian adalah salah satu elemen sektor jasa keuangan, yang dalam kegiatannya itu terdapat pihak tertanggung dan pihak penanggung.

Menurut UU No. 3 tahun 1992 tentang usaha perasuransian yang dimaksudkan dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengingatkan dari pada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan pergantian kepada tertanggung yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau pembayaran atas meninggalnya seseorang yang dipertanggung jawabkan. Asuransi jiwa dapat diartikan sebagai suatu usaha yang memberikan jaminan penanggulangan resiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
Mengingat pentingnya asuransi bagi masyarakat, maka perusahaan asuransi harus melakukan strategi pemasaran agar produk jasanya dikenal masyarakat, serta mendapat konsumen. Dikarenakan semuanya membutuhkan, asuransi jiwa yang semula hanya merupakan kebutuhan tersier akan bergeser menjadi kebutuhan sekunder atau bahkan primer. Pergeseran ini akan menempatkan asuransi jiwa pada daftar prioritas dalam pola konsumsi masyarakat, sehingga merupakan peluang bagi industri asuransi jiwa.

Untuk itu perusahaan memerlukan tenaga penjual yang berkualitas. Tenaga penjual adalah tulang punggung perusahaan dalam memasarkan asuransi. Ketidak mampuan tenaga penjual akan berakibat buruk bagi perusahaan. Salah satu perusahaan yang menyadari akan pentingnya tenaga penjual yang berkualitas adalah asuransi jiwa PT. Aetna Life Indonesia. Perusahaan ini bergerak dibidang jasa asuransi jiwa, yang merupakan jasa asuransi yang diselenggarakan untuk masyarakat.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes