PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERDASARKAN JANGKA WAKTU TERHADAP DANA DEPOSITO BERJANGKA PADA PT. BANK JATIM CABANG KEDIRI (EKN-13)


BAB H
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia perbankan sebagai lembaga keuangan dan peraturan akan selalu bersaing untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pengusaha pemilik modal untuk menyalurkan dananya kepada pihak yang memerlukan. Oleh karena itu pemerintah selalu berusaha untuk menghidupkan dan memperbaiki dunia perbankan melalui berbagai paket kebijaksanaan yang berupa paket deregulasi, khususnya yang berkenaan dengan sektor perbankan. Pada dasarnya inti dari semua kebijaksanaan yang ada adalah untuk memberikan kebebasan kepada dunia perbankan dalam usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

Masyarakat atau perusahaan sebagai pemilik dana mempunyai suatu keinginan, agar dana yang ada dapat berkembang. Bertambahnya nilai suatu dana merupakan suatu perkembangan yang diinginkan oleh para pemilik dana baik dalam jangka pendek maupun untuk masa yang akan datang.

Dalam liberalisasi perbankan telah mencapai beberapa sasaran baik dalam menghimpun sumber–sumber dana, peningkatan efisiensi kerja perbankan maupun dalam peningkatan mekanisme pasar uang yang lebih baik. Penghimpunan dana perbankan yang terdiri dari giro, deposito dan tabungan selama periode akhir tahun mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya kebijaksanaan deregulasi perbankan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 1993, merupakan paket kebijaksanaan yang berisi :

1. Pelepasan paket deregulasi kredit.
2. Pembebasan suku bunga perbankan.
3. Peningkatan suku bunga tabungan.
4. Kelonggaran atas pajak deposito.

Menurut J. Supranto (1992:20) kelonggaran atas pajak deposito tersebut akan mengakibatkan kenaikan penghimpunan dana dan akan mengalami peningkatan terbesar dibandingkan dengan dana giro dan tabungan.

Sementara itu, kredit yang berhasil disalurkan oleh bank juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari liberalisasi perbankan bertujuan hendak merangsang volume saving agar tetap tinggi dengan suku bunga tinggi. Nampaknya dilupakan bahwa disamping dampak pendapatan dari suku bunga tinggi tersebut terdapat dampak ongkos yang harus lebih tinggi bagi pemberian kredit, yang akhirnya kebijaksanaan ini meninggikan biaya produksi. Tingginya suku bunga kredit tersebut menyebabkan prosentase laju penyaluran kredit lebih kecil dari laju perluasan deposito. Masyarakat lebih suka menabung daripada memakainya langsung bagi tujuan produksi. Suku bunga tinggi telah membuat ongkos pemeliharaan uang tunai terlalu tinggi sehingga mendorong para pemilik dana mengalihkan menjadi deposito.

Namun secara umum mekanisme pasar mulai berkembang ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini perkembangan atau laju tingkat suku bunga lebih mencerminkan keadaan pasar. Sehingga dana perbankan terutama deposito berjangka, menunjukkan bahwa perkembangan yang sangat mengesankan dan ketergantungan yang sangat mengesankan. Hal ini bahwa ketergantungan bank-bank kepada kredit likuiditas Bank Indonesia telah berkurang. Di samping itu bank mulai meningkatkan kepercayaan diri dan merasa lebih mampu berdiri sendiri, serta terdapat indikasi bahwa bank-bank telah sungguh-sungguh berusaha untuk meningkatkan efisiensinya.

Di tengah pesatnya perkembangan penghimpunan dana dan penyalurannya kredit perbankan pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan baru, yang bertujuan untuk melengkapi dan menyempurnakan perkembangan sektor perbankan.
Di tengah-tengah keberhasilan sektor perbankan ini pada 29 Januari 1990, kembali pemerintah mengeluarkan, paket kebijaksanaan sebagai upaya untuk menyehatkan perkreditan nasional. PakJan 1990 ini memberikan penekanan pada unsur pemerataan. PakJan ini pada dasarnya berisi tentang:

a. Pengukuran secara bertahap sejumlah kredit likuiditas Bank Indonesia yang selama ini menjadi salah satu sumber dan penting kalangan perbankan.
b. Menetapkan kelompok dan jenis kredit likuiditas baru.
c. Mengadakan regulasi atau pengaturan baru mengenai alokasi kredit bank- bank umum.
d. Kewajiban bagi bank-bank untuk menyalurankan, 20% kepada golongan pengusaha lemah.

Implikasi dari PakJan 1990 adalah semakin kuatnya persaingan antar bank dalam menggali dana dari masyarakat, sehingga tingkat suku bunga deposito semakin tinggi.
Sesungguhnya kalangan perbankan mengharapkan adanya penurunan tingkat suku bunga, namun mereka enggan untuk memulai lebih dahulu karena kuawatir para deposannya berpindah ke bank lain. Suku bunga tinggi yang berlangsung lama sebenarnya tidak menguntungkan perekonomian khususnya bagi perbankan sendiri, sebab perbankan akan semakin sulit menyalurkan kreditnya, sehingga pada gilirannya dapat mengakibatkan dana menganggur dalam jumlah besar yang tidak memberikan keuntungan apa-apa bagi bank.

Kebijaksanaan suku bunga yang realitas akan terus dikembangkan dan ini tentunya akan mempengaruhi tinggi rendahnya suku bunga yang ditetapkan sedemikian rupa yang tidak memberatkan bagi usaha pembangunan dan juga tidak memberatkan para nasabah atau para pengusaha. Selain itu kebijaksanaan suku bunga harus mencerminkan langkanya modal yang tersedia dalam perekonomian dan keseluruhan biaya penyaluran modal dari penabung kepada peminjam.

Oleh karena itu perlu adanya penurunan tingkat suku bunga bank secara bertahan dalam waktu dekat dan suku bunga harus juga selektif artinya didasarkan pada urutan prioritas dan jangka waktu kredit. Dalam kebijaksanaan moneter pada tahun 1993 tepatnya Oktober yang dikenal dengan Pakto 1993 yang mempunyai dampak terhadap turunnya tingkat suku bunga bank khususnya pada deposito.
Dari dasar inilah perlu untuk mengambil masalah yang berkenaan dengan perubahan tingkat suku bunga deposito, sebab perubahan tingkat suku bunga membawa dampak terhadap dunia perbankan itu sendiri.

Dengan adanya alasan tersebut di atas maka dapat diambil satu judul: “PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERDASARKAN JANGKA WAKTU TERHADAP DANA DEPOSITO BERJANGKA PADA PT.BANK JATIM CABANG KEDIRI “.

1.2 Perumusan Masalah

Untuk mempermudah dalam pemecahan masalah, perumusan suatu masalah harus jelas, tegas dan sesuai dengan data-data atau informasi yang diperoleh oleh pihak atau mereka yang bersangkutan.
Mengenai cara dalam perumusan masalah tersebut ,tidak ada aturan khusus namun dapat disarankan hal-hal sebagai berikut:
- Masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat padat dan jelas.
- Rumusan itu hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
- Rumusan itu hendaknya memberikan petunjuk tentang kemungkinan dikumpulkannya data yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.
Bertitik tolak dari latar belakang dan ruang lingkup penelitian, jelas disebutkan bahwa dana yang terhimpun di perbankan merupakan faktor penting guna meningkatkan aktivitas dan fungsi dari bank itu sendiri.
Adapun perumusan masalah yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut : “Seberapa besar pengaruh perubahan tingkat suku bunga deposito terhadap perubahan jumlah dana deposito pada PT Bank Jatim Cabang Kediri”.

1.3 Tujuan Penelitian.

Tujuan mengadakan penelitian tentang pengaruh perubahan thngkat suku bunga deposito terhadap perubahan penarikan jumlah dana deposito pada Bank Jatim adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui hubungan kepekaan perubahan tingkat suku bunga deposito berjangka, terhadap jumlah dana deposito.
2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tingkat suku bunga deposito terhadap jumlah dana deposito, khususnya bagi pertumbuhan PT.Bank Jatim Cabang Kediri.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk:
1. Bahan pertimbangan para bankir khususnya pihak PT.Bank Jatim dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
2. Bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang ada kaitannya dengan masalah ini.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes