PERBANDINGAN LUAS PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN LOKAL DAN PERUSAHAAN ASING (EKN-106)

Pengungkapan sosial (social disclosure) merupakan produk dari akuntansi sosial (social accounting). Akuntansi sosial yang masih merupakan bidang baru dalam ilmu akuntansi ini lahir dan berkembang karena terjadinya perubahan paradigma pertanggungjawaban. Bila dahulu laporan tahunan (annual report), sebagai produk akuntansi, dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban manajemen kepada pemegang saham (stockholders), kini paradigma tersebut diperluas menjadi pertanggungjawaban kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (stakeholders) (Utomo, 2000).
Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (Revisi 1998) paragraf kesembilan, Ikatan Akuntan Indonesia (2002) secara implisit memberikan penjelasan mengenai pengungkapan sosial pada laporan tahunan:

Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting.

Melalui pengungkapan sosial, perusahaan mengkomunikasikan kepada stakeholders mengenai aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukannya. Di dalamnya, perusahaan mengungkapkan informasi yang lebih luas di luar batas-batas akuntansi konvensional. Informasi tersebut antara lain mengenai karyawan, produk, konsumen, lingkungan hidup dan kemasyarakatan.

Pentingnya pengungkapan sosial perusahaan (corporate social disclosure) berkaitan dengan adanya kontrak (perjanjian) sosial (social contract). Kontrak antara perusahaan dengan masyarakat—baik yang sifatnya eksplisit maupun implisit—yang timbul karena interaksi perusahaan dengan lingkungan sosialnya, membawa konsekuensi perusahaan harus bertanggungjawab tidak hanya terhadap kesejahteraan pemegang saham, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, yaitu tanggung jawab untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial (Belkaoui, 2000). Kasus pencemaran Teluk Buyat oleh PT Newmont, kasus produk mengandung enzim babi yang pernah menimpa PT Ajinomoto, serta demonstrasi para karyawan akibat ketidakadilan perusahaan di berbagai kota membuktikan bahwa mengabaikan tanggung jawab sosial akan berakibat pada munculnya berbagai masalah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan. Itulah sebabnya mengapa perusahaan perlu melakukan pengungkapan sosial. Pengungkapan sosial merupakan wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan (corporate social responsibility) (Hadi, 2006). Melalui pengungkapan sosial pada laporan tahunan, masyarakat dapat memantau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi tanggung jawab sosialnya. Dengan cara demikian, perusahaan akan memperoleh perhatian, kepercayaan dan dukungan dari masyarakat sehingga perusahaan dapat tetap eksis (Parsons dalam Hadi, 2006).

Meskipun tanggung jawab sosial perusahaan kini telah menjadi perhatian para akademisi dan praktisi di bidang akuntansi, namun hingga saat ini belum ada standar yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengukur pertanggungjawaban sosial perusahaan dalam laporan tahunan (Murni, 2001). Namun demikian, dalam berbagai studi, banyak peneliti di bidang akuntansi sosial menggunakan luas pengungkapan sosial (extent of social disclosure)—yaitu seberapa banyak informasi sosial yang diungkapkan oleh perusahaan untuk mengukur besarnya tanggung jawab sosial perusahaan (Hadi, 2006).

Dalam beberapa riset yang pernah dilakukan sebelumnya, para peneliti akuntansi sosial menemukan adanya perbedaan luas pengungkapan sosial antara satu kelompok perusahaan dengan kelompok perusahaan yang lain. Hackston dan Milne (Hall, 2002) dan Utomo (2000) menemukan adanya perbedaan luas pengungkapan sosial yang signifikan antara kelompok perusahaan high profile dan kelompok perusahaan low profile. Sementara itu, Parsa dan Ghaffari (2003) dan Adams et. al. (Utomo, 2000) menemukan bukti adanya perbedaan luas pengungkapan sosial antara kelompok perusahaan besar dan kelompok perusahaan kecil. Perbedaan luas pengungkapan sosial antar kelompok perusahaan yang ditemukan pada penelitian-penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepedulian (tanggung jawab) sosial antara satu kelompok perusahaan dengan kelompok perusahaan lainnya.

Ditemukannya bukti mengenai adanya perbedaan luas pengungkapan sosial pada berbagai kelompok perusahaan dalam penelitian-penelitian akuntansi sosial terdahulu membuat penulis merasa tertarik untuk melakukan investigasi terhadap pengungkapan sosial pada laporan tahunan yang dilakukan oleh dua kelompok perusahaan yang ada di Indonesia, yaitu: perusahaan lokal dan perusahaan asing.

Perusahaan asing (perusahaan yang lebih dari 25% sahamnya dimiliki oleh investor asing) diduga akan memiliki pengungkapan sosial yang lebih luas daripada perusahaan lokal. Kemungkinan ini disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia akan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sosial. Menurut Yudiani (Murni, 2001), di Indonesia, tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) belum membudaya jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Kurangnya kesadaran para pengusaha untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya menyebabkan upaya perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar masih relatif rendah. Banyak perusahaan yang beroperasi semata-mata untuk mengejar maksimalisasi laba tanpa menghiraukan dampak negatif yang timbul dari aktivitas perusahaan. Hal ini terbukti dari polusi, kebakaran hutan, kerusakan lingkungan, serta masalah-masalah yang berkaitan dengan karyawan dan masyarakat sekitar masih banyak terjadi.

Selain itu, di Indonesia, penggunaan laporan tahunan sebagai media komunikasi antara perusahaan dengan stakeholders juga masih jauh tertinggal dari negara-negara lain. Utomo (2000) mengemukakan bahwa selama ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia membuat laporan tahunan hanya untuk keperluan para pemegang saham, sedangkan kepentingan stakeholders lain seperti karyawan, masyarakat dan konsumen cenderung terabaikan. Perusahaan asing di Indonesia diduga memiliki pengungkapan sosial pada laporan tahunan yang lebih luas daripada perusahaan lokal, karena investor asing di Indonesia pada umumnya membutuhkan serta menuntut informasi sosial yang luas. Pengungkapan informasi sosial pada laporan tahunan sangat dibutuhkan oleh para investor asing tersebut untuk membuat keputusan investasi. Hal ini disebabkan karena umumnya investor asing mau berinvestasi pada daerah yang aman, tidak banyak klaim (tuntutan) baik dari komunitas masyarakat sekitar, lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun pemerintah. Sehingga, investor asing dalam membuat keputusan investasi tidak hanya berdasarkan pada pertimbangan ekonomi dan keuangan, tetapi juga pada pertimbangan sosiologis. Selain melihat profit, mereka juga melihat tanggung jawab perusahaan pada stakeholders selain pemegang saham. Tanggung jawab tersebut antara lain mencakup perlindungan lingkungan, perlakuan terhadap karyawan, hubungan dengan pemerintah, serta kualitas dan inovasi produk (Rockness dan Williams dalam Belkaoui, 2000). Oleh karena itu, investor asing yang berinvestasi di Indonesia diduga akan lebih memilih untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki pengungkapan sosial yang luas.

Hal-hal yang telah dikemukakan di atas menimbulkan dugaan adanya perbedaan luas pengungkapan sosial yang signifikan antara perusahaan lokal dan perusahaan asing. Melihat pentingnya pengungkapan sosial pada laporan tahunan—baik bagi perusahaan maupun stakeholders—serta kemungkinan terjadinya perbedaan luas pengungkapan sosial antara perusahaan lokal dan perusahaan asing, maka melalui penelitian ini penulis ingin melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam luas pengungkapan sosial pada laporan tahunan antara perusahaan lokal dan perusahaan asing.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

2 Comments

  • By nera, May 3, 2010 @ 2:49 pm

    mau donk informasi tesis ttg akuntansi sosial, kebetulan ni lg cr idea u tesis….saya makasiswa MAKSI yg jg kerja di NGO lingkungan

    ditunggu sarannya

    thx

  • By ilmiahmanajemen, May 3, 2010 @ 3:48 pm

    kami hanya menyediakan sesuai yang ada diweb saja….

Other Links to this Post

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes