SUATU TINJAUAN TENTANG USAHA-USAHA UNTUK MENINGKATKAN VOLUME EKSPOR KOMODITI KOPI PADA PT. GUNUNG GIRI INDAH JAKARTA (EKN-118)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Pokok Permasalahan
Sesuatu hal yang wajar, bahwa dalam melaksanakan aktivitas usaha, perusahaan sering mengalami permasalahan.
Berdasarkan hal tersebut penulis dapat menjelaskan masalah-masalah yang dihadapi PT. Gunung Giri Indah Jakarta, dalam memasarkan komoditi kopi ke luar negeri, dan dirumuskan sebagai berikut :

1. Pengaturan mutu ekspor komoditi kopi melalui ICO dan peraturan-peraturan pelaksanaannya.
2. Terbatasnya produktivitas kopi yang berkualitas tinggi yang siap jadi komoditi ekspor.
3. Persaingan yang ketat antar eksportir di dalam negeri.
4. Persaingan yang ketat antara eksportir dari negara produsen dari luar negeri.
5. Kurangnya aktivitas promosi yang dilakukan perusahaan.
6. Kopi yang di ekspor oleh perusahaan, harganya masih relatif rendah.
7. Wilayah pemasaran yang terbatas, ini disebabkan beberapa hal antara lain :
• Biaya untuk transportasi yang mahal.
• Tidak selalu tersedianya trayek kapal laut, yang langsung menuju ke negara tujuan pengimpor.
Dari permasalahan yang diuraikan di atas, maka masalah pokok yang hingga saat ini dihadapi perusahaan adalah :
a. Terbatasnya produktivitas kopi, yang berkwalitas tinggi yang siap jadi komoditi ekspor.
b. Persaingan yang ketat antara eksportir dari negara produsen dari luar negeri.
c. Kopi yang diekspor oleh perusahaan, harganya masih relatif rendah.

1.2. Alasan Pemilihan Judul
Sebagai salah satu sumber pendapatan devisa bagi pemerintah, kopi Indonesia yang sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat setelah diekspor sejak awal abad ke-18 (delapan belas), pentingnya arti komoditi kopi bagi Indonesia tercermin dari besarnya sumbangan yang diberikannya terhadap pendapatan devisa negara.
Dalam hal ini besar sekali peranan eksportir komoditi kopi, semakin besar usaha dari masing-masing eksportir, maka akan semakin besar pula sumbangannya terhadap penerimaan devisa negara, selain itu juga akan dapat meningkatkan keuntungan perusahaannya. Hal ini semuanya tergantung dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mempertahankan usahanya dalam meningkatkan volume penjualannya (ekspornya) dengan strategi pemasarannya yang baik dan mapan.
Bahan baku kopi asalnya dari daerah pedesaan cukup murah, disamping itu juga negara Indonesia yang subur dan luas, merupakan negara yang berpotensi tinggi dalam menghasilkan kopi jenis Robusta dan Arabica, yang cukup laku di pasar Internasional.

Apalagi pada saat sekarang Pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan di bidang perdagangan yaitu Deregulasi Perdagangan, dimana pengusaha (eksportir) akan semakin bebas melakukan aktivitas ekspornya, karena campur tangan pemerintah semakin berkurang.
Hal ini tidak lain Pemerintah telah memberikan peluang bagi eksportir untuk mengembangkan usahanya di bidang ekspor. Terutama yang menyangkut ekspor non migas karena bidang ini telah banyak memberikan sumbangannya bagi penerimaan devisa negara.

Untuk mengadakan koordinasi para eksportir kopi di Indonesia, ternyata sudah berdiri suatu wadah yang disebut : AEKI yaitu Assosiasi Eksportir Kopi Indonesia, mempunyai kantor pusat di Jakarta serta memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia, yang daerahnya dilihat berpotensi tinggi untuk mengembangkan ekspor komoditi kopi.
Para eksportir kopi Indonesia, diharuskan mendaftar menjadi anggota AEKI, dari wadah ini para anggota diupayakan untuk peningkatan mekanisme perdagangan ekspor yang sehat dan dinamis.
Dengan semakin tajamnya persaingan antar eksportir akhir-akhir ini untuk merebut konsumen di pasaran Internasional di dalam memasarkan komoditi kopi ini, maka kegiatan perusahaan harus diarahkan kepada pasar yang berorientasi pada sasaran untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen yaitu : mutu, harga yang sesuai dengan ketepatan waktu penyerahan, maka dalam hal ini perusahaan harus dapat memasarkan komoditinya secara baik agar komoditi kopi yang dipasarkannya dapat berhasil.
Jika komoditi kopi yang di ekspor, tidak sesuai dengan keinginan, serta waktu penyerahan tidak tepat waktunya maka untuk memenuhi kebutuhan, kepuasan dan keinginan konsumen, tidak akan dapat terlaksana dengan baik, maka cara mengatasinya, diperlukan kegiatan pemasaran.

Dengan melaksanakan kegiatan pemasaran, perusahaan akan mampu menghadapi semua tantangan yang menghambat kegiatan pemasarannya ke luar negeri. Disamping itu perusahaanpun tidak hanya mempertahankan strategi pemasarannya saja tetapi harus juga memberlakukan persyaratan-persyaratan ke negara tujuan, baik negara anggota ICO, (International Coffee Organization) atau negara bukan anggota ICO, terutama negara pelanggan baru.
Pada dasarnya perusahaan harus tahu apakah negara yang dituju tersebut ada perwakilan dagangnya di Indonesia atau juga apakah ada trayek pelayaran internasional yang ada pada perusahaan pelayaran di Indonesia.

Hal ini bertujuan untuk efisiensi waktu pengiriman, penghematan biaya, dan menghindari kerusakan komoditi kopi. Karena bagaimanapun, sekiranya trayek kapal pengangkut, tidak ada yang langsung ke tempat tujuan, dapat dipastikan komoditi kopi yang diangkut, akan singgah di beberapa tempat pelabuhan hingga menunggu jadwal keberangkatan menuju ke tempat lokasi konsumen.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka penulis merasa tertarik ingin mengetahui sejauh mana kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan PT. Gunung Giri Indah Jakarta, dalam memasarkan komoditi kopinya ke pasaran Internasional tersebut, maka untuk itu penulis memberi judul skripsi ini : “USAHA-USAHA UNTUK MENINGKATKAN VOLUME EKSPOR KOMODITI KOPI PADA PT. GUNUNG GIRI INDAH JAKARTA”.

1.3. Pembatasan Masalah
Untuk lebih terarahnya pembahasan dalam penulisan skripsi ini, penulis menganggap perlu mengadakan pembatasan-pembatasan, mengingat konsep strategi pemasaran adalah mencakup dimensi yang sangat luas.
Dengan demikian, adapun yang mendasari strategi pemasaran, menurut Sofjan Assauri, dalam bukunya terdiri dari :1)
1. Segmentasi Pasar (market segmentation).
2. Penentuan Posisi Pasar (marketing position).
3. Strategi Memasuki Pasar (market entry strategy).
4. Strategi Bauran Pasaran (marketing mix).
5. Strategi Penentuan Waktu (timing strategy).
Dari konsep-konsep di atas, penulis membatasi dan menitikberatkan pada “Segmentasi Pasar dan Strategi bauran pemasaran”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Themes